Berbagai Cara dilakukan Peserta Seleksi Sekolah Kedinasan untuk Taklukkan Tes Berbasis CAT

Berbagai Cara dilakukan Peserta Seleksi Sekolah Kedinasan untuk Taklukkan Tes Berbasis CAT

Orang tua peserta antusias melihat nilai peserta tes yang ditampilkan secara langsung.

Jakarta-Humas BKN, Generasi Z (umumnya berusia antara 18 sd 20 tahun) peserta seleksi sekolah kedinasan Pendidikan Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) titik lokasi (tilok) Tangerang Selatan punya cara tersendiri dalam menaklukan tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Adalah Muhammad Iksan Peserta dari Jambi yang sudah terdaftar di President University ini mengakui bahwa mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) PKN STAN adalah demi memenuhi harapan orangtua. Meski awalnya mengaku tidak berambisi tapi setelah melihat perolehan nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang mencapai 351, Tes Potensi Akademik (TPA) sebanyak 117 dan Tes Bahasa Inggris (TBI) sebanyak 55, tak ayal Iksan kemudian berharap dapat diterima di jurusan pajak atau bea cukai yang menjadi pilihannya. Disinggung soal tips menaklukkan CAT, dituturkan Ikhsan bahwa dia hanya fokus belajar selama 7 hari menjelang tes.

Nanda Ilham peserta dari Tangsel yang merupakan alumnus SMU Pembangunan Jaya tertawa sumringah saat ditanya persiapannya menghadapi seleksi STAN ini. “Papa memang alumni STAN, dan beliau menyuruh saya untuk mempelajari soal-soal STAN sampai 10 tahun yang lalu.” Harapan orang tua dan rasa penasaran seperti apa tes masuk STAN memecut Ilham menuruti saran orangtua. Ia terbilang ulet mengumpulkan soal seleksi STAN dari tahun ke tahun dengan berselancar di internet. Keuletannya mengumpulkan dan menelaah soal berbuah manis. Nilai SKD 365 berhasil diraih, TPA 110 dan TBI 45.

Tips lain ditempuh oleh Vina Solihah, alumnus SMUN 17 Bekasi. Mengikuti bimbingan belajar (bimbel) demi menghadapi UN dan juga SPMB PKN STAN, ditempuh Vina guna meningkatkan rasa percaya dirinya. “Orang tua saya hanya lulusan SMA dan mereka hanya buruh, jadi ngga yakin kalau bisa tembus STAN. Tapi karena mama (terutama) sangat suppport saya beranikan diri mendaftar di bimbel.” Harapannya dengan kuliah di STAN dia bisa meringankan beban biaya pendidikan yang dipikul orang tuanya.

Cerita lain mengalir dari penuturan Athiyya Nurul. Hidup bertetangga dengan beberapa pegawai pajak membuat alumnus SMUN 112 Jakarta bersama 5 orang teman dekatnya kompak mengikuti seleksi STAN. Alasan lain dituturkan Nurul karena seleksi sekolah kedinasan Jurusan Program Studi (prodi) Pajak memiliki kuota penerimaan yang lebih besar. “Kalau pun tidak lolos di pajak, harapannya bisa tembus kuota prodi Akuntansi”. din

Source: Badan Kepegawaian Negara

About author

You might also like

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

UPT BKN Ambon Diresmikan, BKN Maksimalkan Layanan Kepegawaian di Provinsi Maluku

Ambon-Humas BKN, Setelah meresmikan 8 (delapan) Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, seperti Jambi, Semarang, Serang, Gorontalo, Padang, Mataram, Kendari, dan Palu, pada tahun

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

Penilaian Potensi dan Kompetensi JPT dan Administrator di Kanreg IX BKN Jayapura

Jayapura − Humas BKN, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana menghadiri sekaligus membuka Penilaian Potensi dan Kompetensi untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang diikuti oleh 70 peserta. Acara

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

Semarakkan Bulan Muharram, Pegawai BKN Bahagiakan Yatim Piatu dan Duafa

Jakarta-Humas BKN, Menyemarakkan kehadiran bulan Muharram 1439 H,  pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Badan Pembinaan Rohani Islam Korps Pegawai Republik Indonesia (Babinrohis Korpri) BKN menyantuni 30 anak yatim piatu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply