Optimalkan Kinerja Organisasi Melalui Penataan ASN dan Perencanaan Kinerja

Optimalkan Kinerja Organisasi Melalui Penataan ASN dan Perencanaan Kinerja

Ciawi-Humas BKN, Pimpinan Tinggi di Instansi Pemerintah perlu memperhatikan kuantitas dan kualitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Instansinya, karena menyangkut kinerja organisasi. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN), Aris Windiyanto dalam Sertifikasi Kompetensi Teknis Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar di Pusat Pengembangan ASN, Ciawi, Jumat (28/06/2019).

Aris yang memberikan paparan mengenai Strategi Penataan PNS melanjutkan, Pimpinan Tinggi di Instansi Pemerintah harus memiliki kemampuan dalam penataan ASN di Instansinya, guna optimalisasi peningkatan kinerja dan kualitas kompetensi ASN.(foto: don)

Aris yang memberikan paparan mengenai Strategi Penataan PNS melanjutkan, Pimpinan Tinggi di Instansi Pemerintah harus memiliki kemampuan dalam penataan ASN di Instansinya, guna optimalisasi peningkatan kinerja dan kualitas kompetensi ASN. Penataan ASN tersebut dilakukan mulai dari melakukan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (ABK), menghitung jumlah pegawai tetap, hingga penataan pegawai dengan mengacu pada kuantitas, kualitas, komposisi, dan distribusi pegawai. “Penataan pegawai tersebut dilakukan untuk menempatkan SDM di tempat yg tepat sesuai dengan kebutuhan, agar Instansi dapat berjalan dengan optimal dan mewujudkan visi misinya,” ujarnya.

Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian BKN, Haryomo Dwi Putranto yang juga menjadi narasumber dalam sertifikasi tersebut memaparkan bahwa masalah peningkatan kualitas manajemen kinerja merupakan hal krusial di Instansi, karena sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan. Perencanaan Kinerja membutuhkan indikator kinerja dan sararan kinerja pegawai yang tajam dan berkualitas. Selain itu juga memperhatikan kinerja individu yang harus mengacu pada kinerja utama organisasi. “Kualitas perencanaan kinerja yang rendah akan sangat berdampak pada hasil prestasi kerja yang rendah,” tambahnya.

“Kualitas perencanaan kinerja yang rendah akan sangat berdampak pada hasil prestasi kerja yang rendah,” tambahnya.

Sertifikasi yang diikuti oleh 68 peserta yang merupakan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator dari Instansi Pusat dan Daerah di Indonesia digelar sejak Kamis, 27 Juni 2019 kemarin. Selanjutnya pada hari yang sama, para peserta akan menjalani uji kompetensi melalui wawancara untuk memperoleh Sertifikasi Kompetensi Teknis Manajemen ASN. kaw

Source: Badan Kepegawaian Negara

About author

You might also like

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

Rencana Rekrutmen P3K Tahap I, Pemerintah Prioritaskan Tiga Bidang

Batam – Humas BKN, Kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) telah dirampungkan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K. Secara teknis, Kepala Badan Kepegawaian Negara

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

Beredar Undangan Palsu Workshop Penataan Pegawai

Surat undangan palsu yang beredar.   Jakarta-Humas BKN, Masih ada saja modus penipuan mengatasnamakan institusi Pemerintah, begitu kira-kira redaksi Admin Twitter @bkngoid mengingatkan para warga dunia maya. Hal tersebut disampaikan

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

BKN Ikuti Rapat Sinkronisasi Data SPCP IPDN

Jakarta-Humas BKN, Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Murtir Jeddawi memimpin rapat koordinasi tentang Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2019. Rapat ini dihadiri oleh

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply