Optimalisasi Output Kinerja Pegawai di Era 4.0, BKN Lakukan Sharing Session Flexible Working in Government

Optimalisasi Output Kinerja Pegawai di Era 4.0, BKN Lakukan Sharing Session Flexible Working in Government

Salah satu Implikasi teknologi di era 4.0 yang sangat kentara penerapannya adalah pada produktivitas pegawai ujar Supranawa Yusuf, Sekretaris Utama BKN

Jakarta-Humas BKN, “Implikasi teknologi di era 4.0 sangat kentara di berbagai sektor, salah satu penerapannya adalah pada produktivitas pegawai. Upaya untuk perubahan ini sebetulnya sudah ada sejak Tahun 1993 lalu, namun akan terus berubah sesuai dengan kebutuhan” ujar Supranawa Yusuf selaku Sekretaris Utama (Sestama) Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat membuka acara Sharing Session Flexible Working in Government bertempat di Ruang Data Lantai 2 Gedung I BKN yang dihadiri oleh seluruh perwakilan unit-unit kerja di BKN.

Yusuf menambahkan bahwa terkait hari kerja bagi pegawai sudah diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 68 Tahun 1995 tentang hari kerja di lingkungan lembaga pemerintah juga pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri. Namun demikian dalam sharing session kali ini Yusuf meminta agar masukan dari peserta diskusi diharapkan mampu memberikan kontribusi agar output kinerja pegawai lebih baik lagi. “Saya harapkan dengan sharing session ini dimunculkan pula disadvantages bagi PNS maupun instansi. Nantinya akan lebih baik dilakukan survey bagi pegawai BKN dari perubahan ini” tambahnya.

Kinerja pegawai tidak seharusnya dilihat berdasarkan kehadiran, melainkan dari output yang telah dihasilkan, ujar Achmad Slamet Hidayat (Kepala Puskalitpeg BKN.

Achmad Slamet Hidayat selaku Kepala Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian (Puskalitpeg) BKN menyatakan bahwa kinerja pegawai tidak seharusnya dilihat berdasarkan kehadiran, melainkan dari output yang telah dihasilkan. Dengan penerapan flexible working ini dapat mengurangi global warming dan work life balance yang lebih baik untuk para pegawai. Selanjutnya Achmad mengatakan “Untuk mendapatkan output yang bagus baik bagi pegawai maupun instansi, kita perlu mempertimbangkan hierarchy of needs theory, yang mana salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi adalah untuk mengaktualisasikan diri”.

Guna tercapainya penerapan flexible working in government demi mendapatkan output kinerja yang lebih baik lagi akan dilakukan analisis karakteristik organisasi, analisis jabatan, dan analisis lingkungan strategis terlebih dahulu. Hasil dari analisis tersebut akan disesuaikan dengan implementasi flexible working in government nantinya. Eunike sebagai salah satu peserta sharing session mengatakan dalam pendukungan flexible working ini harus dibarengi dengan penataan sistem kepegawaian dan pengawasan, “Penataan pelayanan yang harus dibuat online dan sistem kehadiran yang tidak harus selalu output kinerja, penataan ini diperlukan adanya kebijakan dari pimpinan”, ucap Eunike. dey/bur

Source: Badan Kepegawaian Negara

About author

You might also like

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Diharapkan Jadi Garda Terdepan Dalam Reformasi Institusi

Ciawi-Humas BKN, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara (Pusbang ASN) BKN, Ahmad Jalis mengatakan peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV diharapkan dapat menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam melakukan reformasi birokrasi,

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

Tindaklanjuti Komitmen Realisasi Reformasi Birokrasi, BKN Fasilitasi Evaluasi SAKIP, RB dan ZI pada 4 Kedeputian

Jakarta – Humas BKN, Menindaklanjuti komitmen realisasi program Reformasi Birokrasi (RB) di lingkungan lembaga pemerintahan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memfasilitasi penyelenggaraan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), Reformasi Birokrasi

Badan Kepegawaian Negara 0 Comments

Pastikan Skema SKB Pada Seleksi Mendatang Lebih Baik, Panselnas Gulirkan Peraturan BKN Sebagai Panduan Instansi

Jakarta – Humas BKN, Berkaca pada sejumlah kendala pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dihadapi pelamar pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply